Posted by : Unknown
Wednesday, January 25, 2017
Selain sisi
negatif dari pornografi ternyata internet masih menyimpan sisi negatif yang
lain, terutama bagi pelajar. Membuka internet yang berlebihan biasanya yang
membuat dampak negatif pada anak-anak usia sekolah. Situs yang sering dibuka
secara berlebihan waktunya antara lain game online dan situs jejaring sosial
facebook. Berikut 10 dampak negatif dunia maya atau internet bagi pelajar.
1. Perilaku
sosial menyimpang
Penyimpangan
perilaku sosial ini antara lain kurang atau tidak mau bergaul dengan
teman-teman sebayanya. Pelajar cenderung mengurung diri dan asik menikmati
dunia maya tanpa menghiraukan apa yang telah terjadi di sekitarnya. Jika situs
yang dibuka positif tidak begitu masalah. Biasanya pelajar akan menceritakan
petualangannya di dunia maya karena mendapatkan ilmu baru. Akan tetapi jika
situs yang dibuka adalah situs pornografi, maka ia akan sembunyi-sembunyi
mengatakannya. Hanya kepada teman tertentu saja yang diceritakan supaya tidak
ketahuan. Perilaku sosial menyimpang yang lain adalah ia akan cemas, khawatir
dan merasa tidak percaya diri (PD) jika tidak membawa ponselnya. Blackberry
Messenger (BBM) atau situs facebook yang selalu menemani membuat anak tidak
bisa berkomunikasi dengan teman-temannya. Ia hanya tahu dunianya sendiri.
2. Prestasi
sekolah menurun
Biasanya
pelajar yang kecanduan internet secara berlebihan akan mengganggu aktifitas
belajarnya. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar digunakan untuk
internet.Sebelum ia mengenal internet ia rajin belajar. Pekerjaan Rumah (PR),
tugas sekolah, dan lain-lain dikerjakan dengan penuh tanggung jawab, namun
setelah ia kecanduan internet maka hal itu dilakukan ala kadarnya. Tugas dan PR
sering menyontek teman-temannya. Ulangan nilainya jelek karena tidak pernah
belajar. Akibat fatal ia tidak naik kelas dan bahkan tidak lulus.
3. Suka
berbohong
Berbohong atau
menipu dilakukan untuk menutupi kesalahannya. Beberapa pelajar berbohong untuk
masuk ke warung internet (warnet) membuka situs game online. Berjam-jam ia
luangkan waktu untuk main game ini. Selain itu waktu yang seharusnya digunakan
untuk membantu orang tua bagi pelajar yang harus membantu orang tua malah
digunakan pura-pura ke warnet untuk mencari bahan tugas. Pada hal mencari bahan
untuk tugas hanya sebentar, paling hanya setengah jam, namun membuka situs lain
yang berjam-jam.
4. Membolos
sekolah
Mungkin orang
tua tidak mengetahui jika anaknya membolos sekolah karena pamit dari rumah
seperti biasa memakai seragam sekolah dan memakai tas sekolah. Tetapi ternyata
di dalam tas sudah ada pakaian ganti supaya tidak ketahuan nantinya jika ke
warnet pelajar dari mana. Orang tua baru menyadari setelah ada panggilan dari
pihak sekolah jika anaknya sering membolos sekolah.
5. Pornoaksi
dan pornografi
Tindakan
pornoaksi atau asusila sudah banyak diberitakan di media cetak maupun
elektronik tentang kejahatan seksual yang disebabkan oleh internet. Terutama
yang terjadi melalui situs pertemanan facebook. Korban biasanya perempuan usia
sekolah. Dengan mudahnya pelaku menculik, mencabuli, dan bahkan memperkosa
korbannya.
Pornografi
ternyata tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja. Orang dewasa sudah cukup
umur dan psikisnya untuk membuka, akan tetapi anak belum cukup umur dan belum
siap secara psikisnya. Jika situs-situs pornografi dibuka oleh anak maka akan
mempengaruhi kesehatan reproduksi dan kesehatan psikologi.
6. Kesehatan
mata terganggu
Dampak negatif
yang berkaitan dengan kesehatan adalah mata. Karena seringnya menggunakan
internet, baik lewat ponsel, PC, maupun laptop maka mata dipaksa berakomodasi.
Jika ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama maka mata mengalami penglihatan
minus. Cepatnya mata menjadi minus karena dalam menggunakan gadget ini minim
cahaya. Cahaya hanya didapat dari gadget, sehingga mau tak mau mata terus
bekerja untuk dapat melihat. Pada hal untuk dapat melihat dengan baik
seharusnya mata mendapatkan cukup cahaya.
Memakai kaca
mata memang bisa menjadi solusi, akan tetapi jika kebiasaan buruk ini sering
dilakukan, maka besaran angka minus bahkan silinder akan menambah beban mata.
7. Malas
melakukan aktifitas
Pelajar yang
kecanduan internet biasanya malas melakukan aktifitas baik yang berkenaan
dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Yang berkenaan dengan dirinya sendiri
misalnya mandi, makan, belajar, dan lain-lain. Yang berkenaan dengan orang lain
misalnya kegiatan dengan teman atau lingkungannya cenderung diabaikan. Kegiatan
kelompok atau kerja bakti di lingkungan tempat tinggalnya tidak mau untuk
melakukannya.
8. Perkelahian
atau tawuran antar pelajar
Beberapa
pelajar yang sekarang ini sering tawuran tak jarang karena status yang dibuat
di jejaring sosial facebook. Status dengan kata atau kalimat tidak bagus
memancing teman di faecooknya membuat perkelahian di dunia nyata. Saling adu
kekuatan fisik membuat mereka tak kenal norma-norma agama dan sosial.
9. Cyber Crime
Kejahatan
dunia maya atau cyber crime juga akibat dari terlalu
seringnya menggunakan internet. Bakat IT yang dimiliki anak tidak tersalurkan
sehingga anak menjadi hacker (peretas) situs-situs sehingga
dapat membahayakan orang lain dan dirinya sendiri. Anak yang seperti ini jika
mendapatkan bimbingan yang tepat maka bakat IT nya bisa dikembangkan dan
disalurkan ke arah yang positif.
10.
Mengucapkan kata-kata yang tak senonoh
Anak tidak
bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal ini jika bekal agama
yang ditanamkan pada anak kurang dan kurang bimbingan dari orang tua. Kata-kata
yang tak senonoh sering dilontarkan di depan publik, bahkan di depan orang tua
atau gurunya di sekolah.
